ANALITIKNEWS.COM – Optimalisasi aset, penguatan inovasi, dan kemandirian finansial menjadi kunci bagi perguruan tinggi untuk menghadapi tantangan pembiayaan pendidikan di masa depan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mendorong Badan Pengelola Usaha (BPU) perguruan tinggi di Indonesia membangun tata kelola usaha yang profesional agar mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Andi Harun saat menjadi keynote speaker dalam Forum Badan Pengelola Usaha (BPU) Perguruan Tinggi Se-Indonesia 2026 di Gedung Theater Lantai III Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Kamis (15/10/2026).
Forum yang diselenggarakan Badan Pengelola Usaha Se-Indonesia ini mengangkat tema “Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi BPU untuk Mewujudkan Tata Kelola Usaha Perguruan Tinggi yang Profesional, Inovatif, dan Berkelanjutan”.
Dalam pemaparannya, Andi Harun menekankan bahwa keberadaan BPU tidak semestinya hanya diukur dari kemampuan menghasilkan pendapatan. Lebih dari itu, BPU perlu menjadi instrumen strategis untuk mengembangkan potensi aset perguruan tinggi, mendorong inovasi, dan mengoptimalkan hasil penelitian agar memiliki nilai tambah ekonomi.
“Kita mendiskusikan banyak hal tentang BPU perguruan tinggi itu menjadi mesin pertumbuhan, sekaligus menjadi mesin inovasi, bagi kepentingan usaha BPU maupun manfaat untuk masyarakat,” kata Andi Harun.
Ia menegaskan, setiap BPU perguruan tinggi perlu memiliki perencanaan jangka panjang yang jelas dalam mengelola dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Perencanaan tersebut menjadi landasan untuk memastikan aset kampus tidak sekadar tercatat sebagai kekayaan institusi, tetapi dapat dimanfaatkan secara produktif dan berkelanjutan.
“Setiap BPU, termasuk BPU Unmul, harus punya grand design, bagaimana menjadikan aset yang dimiliki menjadi produktif,” ujarnya.
Perkuat Peran Perguruan Tinggi dalam Transformasi Ekonomi Kaltim
Andi Harun juga menyoroti besarnya potensi perguruan tinggi di Kalimantan Timur dalam mendukung transformasi ekonomi daerah, terutama seiring dengan pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas, mendukung penguatan sektor industri, mengembangkan inovasi berbasis riset, serta mendorong pertumbuhan ekonomi hijau.
Dalam konteks tersebut, keberadaan BPU dapat menjadi salah satu instrumen strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi perguruan tinggi sekaligus memperluas kontribusinya terhadap pembangunan daerah.
Kemandirian Keuangan Jadi Tantangan Perguruan Tinggi
Lebih lanjut, Andi Harun menilai perguruan tinggi perlu mulai memperkuat sumber pendanaan alternatif agar keberlangsungan program pendidikan, penelitian, dan pengembangan institusi tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.
Dalam hal ini, BPU memiliki posisi penting untuk mengembangkan kegiatan usaha yang sehat, mengoptimalkan aset, serta membangun model bisnis yang profesional dengan tetap memperhatikan fungsi dan tanggung jawab sosial perguruan tinggi.
“Ke depan anggaran perguruan tinggi itu tidak bisa lagi bergantung penuh pada anggaran pemerintah. Itu sebabnya muncul gagasan awal Badan Pengelola Usaha,” pungkasnya.
(*)
