ANALITIKNEWS.COM – DPRD Kota Samarinda mendorong pemerintah kota memperkuat langkah konkret untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pangan melalui peningkatan operasi pasar, pembenahan jalur distribusi, serta pengawasan perdagangan.
Upaya tersebut dinilai penting untuk mengendalikan kenaikan harga kebutuhan pokok sekaligus menjaga daya beli masyarakat, khususnya warga berpenghasilan rendah.
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain, menegaskan bahwa stabilitas harga pangan perlu menjadi perhatian serius pemerintah.
Menurutnya, kebijakan pengendalian harga harus dilakukan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan kondisi pasokan, distribusi, dan peningkatan permintaan di masyarakat.
Operasi Pasar Perlu Diperkuat
Sani menilai, operasi pasar menjadi salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan pemerintah untuk mengintervensi kenaikan harga komoditas sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Pelaksanaannya, kata dia, perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan, terutama ketika permintaan meningkat, pasokan terganggu akibat faktor cuaca, maupun menjelang perayaan hari besar keagamaan.
“Operasi pasar perlu lebih sering digelar, khususnya saat musim kemarau dan menjelang perayaan hari besar keagamaan,” kata Sani, Selasa (13/10)
Melalui pelaksanaan yang terencana, operasi pasar diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan pangan dengan harga yang wajar.
Pangkas Jalur Distribusi Pangan
Selain intervensi pasar, pembenahan jalur distribusi juga menjadi perhatian Komisi II DPRD Samarinda.
Sani menilai, rantai distribusi yang terlalu panjang berpotensi meningkatkan biaya pemasaran dan berdampak pada harga yang harus dibayar konsumen.
Karena itu, pemerintah kota diharapkan memfasilitasi pemasaran yang lebih efisien dengan mempertemukan petani dan pembeli secara langsung.
Skema tersebut diharapkan mampu mengurangi biaya distribusi sekaligus memberikan manfaat bagi produsen dan konsumen.
“Pemerintah perlu segera menyediakan titik distribusi yang menghubungkan petani langsung dengan konsumen,” katanya.
Pengawasan Perdagangan Harus Berkelanjutan
Sani juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas perdagangan, khususnya untuk mencegah praktik penimbunan yang dapat menghambat peredaran barang dan memicu kenaikan harga.
“Pengawasan terhadap dugaan penimbunan barang harus diperketat agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan wajar,” tegasnya.
Dengan penguatan operasi pasar, distribusi yang lebih efisien, dan pengawasan berkelanjutan, upaya menjaga keterjangkauan pangan di Samarinda diharapkan berjalan lebih optimal dan mendukung perlindungan daya beli masyarakat.
(adv)
