ANALITIKNEWS.COM – Penguasaan Pulau Perim oleh kelompok Houthi di Yaman meningkatkan perhatian terhadap keamanan Selat Bab Al Mandab. Pulau yang berada di tengah jalur pelayaran strategis tersebut dilaporkan telah dikuasai Houthi setelah pasukan pemerintah Yaman menarik diri.
Perkembangan itu terjadi ketika Arab Saudi disebut meminta bantuan kepada Amerika Serikat untuk menghadapi kelompok Houthi yang didukung Iran.
Reuters melaporkan, tiga sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) meminta dukungan militer kepada Presiden AS Donald Trump pada Kamis.
Namun, Trump disebut tidak menyetujui usulan agar Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Houthi. Trump dan MbS dilaporkan melakukan sedikitnya dua percakapan telepon pada hari yang sama.
Houthi Ambil Alih Pulau Perim
Seorang pejabat Yaman yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, Houthi telah mengambil alih Pulau Mayyun atau yang dikenal sebagai Pulau Perim.
“Perahu-perahu yang mengangkut petempur bersenjata Houthi tiba di Pulau Mayyun setelah pasukan pemerintah menarik diri dari sana kemarin,” ujar pejabat tersebut kepada AFP.
Pejabat itu menyebut Houthi telah menyelesaikan pengambilalihan wilayah Bab Al Mandab dan Pulau Mayyun.
“Kelompok Houthi telah merampungkan pengambilalihan wilayah Bab Al Mandab dan Pulau Mayyun, yang terletak di tengah selat tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, seorang saksi mata melihat sejumlah orang bersenjata menempatkan diri di sepanjang pesisir Bab Al Mandab. Mereka juga berkeliling menggunakan kendaraan militer.
Pulau Perim Berada di Jalur Pelayaran Strategis
Pulau Perim memiliki posisi penting karena berada di tengah Selat Bab Al Mandab. Selat tersebut menjadi salah satu jalur pelayaran utama yang menghubungkan Laut Merah dengan kawasan perairan menuju Samudra Hindia.
Karena itu, penguasaan Pulau Perim dapat memberikan posisi strategis bagi Houthi di kawasan tersebut. Situasi ini juga menjadi perhatian bagi negara-negara yang berkepentingan terhadap keamanan dan kelancaran pelayaran di Laut Merah.
AS Tolak Serangan Langsung terhadap Houthi
Arab Saudi kemudian meminta dukungan Amerika Serikat dalam menghadapi Houthi. Namun, Washington tidak menyetujui permintaan untuk melakukan serangan langsung terhadap kelompok tersebut.
Sebagai gantinya, sumber Reuters mengatakan Amerika Serikat menawarkan bantuan melalui pertukaran informasi intelijen dan penentuan target serangan.
Gedung Putih belum memberikan tanggapan mengenai laporan percakapan antara Trump dan MbS. Meski demikian, seorang pejabat senior pemerintah AS mengatakan Washington terus berkomunikasi dengan Arab Saudi dan pemerintah Yaman.
“Amerika Serikat fokus untuk melindungi kepentingan utama keamanan nasional kami, seperti menjamin kebebasan navigasi di Laut Merah, sembari memberdayakan mitra-mitra regional kami agar mengambil peran utama dalam menangani dan menyelesaikan tantangan keamanan kawasan,” ujar pejabat tersebut.
Komandan CENTCOM Kunjungi Arab Saudi
Di tengah perkembangan tersebut, Komandan Komando Pusat AS (US Central Command/CENTCOM) Laksamana Brad Cooper melakukan perjalanan ke Arab Saudi pada Kamis.
Menurut dua sumber yang mengetahui persoalan tersebut, Cooper datang untuk menggelar pembicaraan dengan pihak Saudi.
Kunjungan tersebut berlangsung saat situasi keamanan di sekitar Bab Al Mandab kembali menjadi perhatian. Pada saat yang sama, penguasaan Pulau Perim oleh Houthi menambah tantangan keamanan di salah satu jalur pelayaran penting dunia.
Kantor media pemerintah Saudi belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait percakapan antara Trump dan MbS maupun pembicaraan mengenai dukungan Amerika Serikat tersebut.
(Redaksi)
